Chat WhatsApp

Punya Stok Banyak? Ini Alasan Cold Storage Mulai Dibutuhkan

shape image

Punya Stok Banyak? Ini Alasan Cold Storage Mulai Dibutuhkan

 

Memiliki stok produk dalam jumlah banyak tentu menjadi hal yang positif bagi perkembangan bisnis. Namun, semakin besar jumlah stok yang dimiliki, semakin besar pula kebutuhan akan tempat penyimpanan yang tepat.

Hal ini menjadi lebih penting bagi bisnis yang menangani produk makanan dan bahan yang membutuhkan suhu tertentu. Daging, seafood, ayam, frozen food, buah, sayuran, produk dairy, hingga bahan baku restoran tidak selalu dapat disimpan begitu saja di gudang biasa.

Ketika jumlah produk masih sedikit, freezer atau lemari pendingin mungkin masih cukup digunakan. Tetapi ketika stok mulai bertambah hingga ratusan kilogram atau beberapa ton, kebutuhan ruang penyimpanan biasanya ikut berubah.

Pada kondisi tersebut, cold storage dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu bisnis mengelola stok dalam jumlah lebih besar dengan sistem penyimpanan yang lebih terencana.

USDA mencatat bahwa fasilitas cold storage komersial memang digunakan untuk menyimpan berbagai persediaan pangan dalam gudang berpendingin, termasuk daging, produk susu, unggas, buah, dan sayuran.


Stok Bertambah, Tempat Penyimpanan Ikut Dibutuhkan

Banyak bisnis mengalami pertumbuhan secara bertahap.

Awalnya mungkin hanya menyimpan beberapa ratus kilogram produk. Seiring pelanggan bertambah, jumlah pembelian dan persediaan ikut meningkat. Akhirnya, tempat penyimpanan yang sebelumnya terasa cukup mulai penuh.

Masalahnya bukan hanya soal tidak adanya ruang.

Produk yang terlalu banyak dalam satu ruangan dapat membuat proses penataan menjadi kurang praktis. Barang menjadi sulit dikelompokkan, proses mengambil stok membutuhkan waktu lebih lama, dan ruang gerak operator menjadi terbatas.

Karena itu, ketika jumlah stok mulai meningkat, pemilik bisnis perlu mulai memikirkan sistem penyimpanan yang lebih sesuai.


Cold Storage Membantu Menyediakan Ruang Penyimpanan Lebih Besar

Salah satu alasan cold storage mulai dibutuhkan adalah karena kapasitasnya dapat dirancang berdasarkan kebutuhan bisnis.

Berbeda dengan beberapa freezer komersial yang memiliki kapasitas terbatas, cold storage dapat dibuat dalam ukuran tertentu sesuai kondisi lokasi dan jumlah produk yang ingin disimpan.

Kapasitas dapat direncanakan berdasarkan:

  • Jumlah stok.

  • Berat produk.

  • Volume kemasan.

  • Penggunaan rak.

  • Penggunaan pallet.

  • Ruang sirkulasi.

  • Frekuensi keluar masuk barang.

  • Perkiraan pertumbuhan stok.

Dengan perencanaan tersebut, ruang penyimpanan tidak hanya besar, tetapi juga dapat digunakan secara lebih efektif.


Produk Banyak Tidak Berarti Semua Bisa Disimpan Sembarangan

Semakin banyak stok, semakin penting pengelompokan produk.

Produk yang berbeda dapat memiliki kebutuhan suhu yang berbeda pula. Produk chilled tidak selalu membutuhkan kondisi seperti produk frozen.

Sebagai gambaran umum, USDA merekomendasikan makanan mudah rusak disimpan pada suhu refrigerator sekitar 4,4°C atau lebih rendah, sedangkan makanan beku pada sekitar -17,8°C atau lebih rendah.

Dalam penerapan bisnis, suhu tetap harus disesuaikan dengan karakteristik produk dan kebutuhan penyimpanannya.

Karena itu, sebelum membeli cold storage, jenis produk yang akan disimpan harus diketahui terlebih dahulu.


Kapan Bisnis Mulai Membutuhkan Cold Storage?

Tidak ada satu angka stok yang otomatis menentukan kapan sebuah bisnis wajib memiliki cold storage.

Kebutuhan biasanya mulai terasa ketika:

  • Freezer yang tersedia sudah tidak mencukupi.

  • Stok terus bertambah.

  • Produk membutuhkan suhu penyimpanan tertentu.

  • Aktivitas bongkar muat semakin sering.

  • Penataan stok mulai sulit.

  • Bisnis membutuhkan penyimpanan dalam jumlah ton.

  • Produk harus disimpan sebelum didistribusikan.

  • Ruang penyimpanan lama sudah tidak mendukung perkembangan usaha.

Jadi, kebutuhan cold storage lebih tepat dilihat dari kondisi operasional bisnis, bukan hanya jumlah kilogram produk.


Cold Storage untuk Bisnis yang Menyimpan Produk Segar

Bisnis yang menangani produk segar membutuhkan ruang penyimpanan yang berbeda dengan bisnis frozen food.

Contohnya adalah distributor buah dan sayuran, restoran, hotel, supplier bahan makanan, serta bisnis seafood segar.

Untuk kebutuhan seperti ini, chilled room dapat menjadi salah satu pilihan.

Tujuannya adalah menyediakan ruang dengan suhu dingin yang sesuai sehingga produk tidak perlu disimpan dalam kondisi beku.

Namun, target suhu tetap harus ditentukan berdasarkan jenis produk. Buah, sayuran, daging, dan seafood tidak selalu memiliki kebutuhan penyimpanan yang sama.


Cold Storage untuk Produk Beku

Jika stok bisnis berupa frozen food, daging beku, seafood beku, atau bahan makanan beku lainnya, kebutuhan penyimpanan tentu berbeda.

Produk harus tetap berada dalam kondisi beku selama masa penyimpanan.

Freezer sebaiknya dipertahankan pada sekitar 0°F atau -17,8°C untuk kualitas terbaik makanan beku.

Selain suhu, pengelolaan stok juga penting. Produk yang terlalu lama disimpan dapat mengalami penurunan kualitas seperti perubahan rasa, tekstur, atau freezer burn meskipun pembekuan terus-menerus tetap menjaga keamanan produk.

Karena itu, cold storage perlu dipadukan dengan sistem pengelolaan stok yang baik.

Jangan Mengisi Cold Storage Sampai Penuh

Memiliki ruang besar bukan berarti seluruh ruangan harus dipenuhi produk.

Sirkulasi udara tetap diperlukan.mengingatkan agar ruang pendingin tidak terlalu penuh karena udara dingin perlu bersirkulasi untuk menjaga kondisi penyimpanan.

Produk sebaiknya ditata dengan memperhatikan:

  • Jalur udara.

  • Posisi evaporator.

  • Jarak antarproduk.

  • Rak atau pallet.

  • Jalur operator.

  • Akses pintu.

Penataan yang baik membuat ruang dapat digunakan secara lebih optimal tanpa mengorbankan sirkulasi udara.


Kapasitas Cold Storage Harus Disesuaikan dengan Bentuk Produk

Ketika menghitung kebutuhan cold storage, jangan hanya melihat berat produk.

Berat yang sama dapat membutuhkan volume ruang yang berbeda.

Contohnya, 5 ton produk yang dikemas dalam karton besar akan membutuhkan ruang berbeda dibandingkan 5 ton produk yang dikemas lebih kecil dan dapat ditata menggunakan pallet.

Ukuran kemasan, bentuk produk, cara penumpukan, serta penggunaan rak semuanya berpengaruh terhadap kebutuhan ruang.

Itulah sebabnya perencanaan cold storage sebaiknya dilakukan berdasarkan kondisi nyata di gudang.


Pertimbangkan Pertumbuhan Stok

Cold storage merupakan investasi yang digunakan untuk mendukung operasional bisnis dalam jangka panjang.

Karena itu, jangan hanya menghitung stok saat ini.

Jika saat ini bisnis memiliki stok 5 ton tetapi dalam beberapa waktu mendatang diperkirakan meningkat, kapasitas cold storage perlu direncanakan dengan mempertimbangkan perkembangan tersebut.

Namun, bukan berarti harus selalu memilih kapasitas terbesar.

Kapasitas yang terlalu besar juga perlu dipertimbangkan dari sisi investasi, ruang, listrik, dan kebutuhan operasional.

Yang paling penting adalah mendapatkan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan nyata dan rencana bisnis.


Gudang Pendingin untuk Distributor

Distributor merupakan salah satu bisnis yang dapat memiliki kebutuhan penyimpanan cukup besar.

Barang datang dari produsen atau supplier dalam jumlah tertentu, kemudian disimpan sebelum dikirim kepada pelanggan.

Jika tidak memiliki ruang penyimpanan yang cukup, aktivitas distribusi dapat menjadi kurang fleksibel.

Dengan cold storage, distributor dapat menyiapkan ruang penyimpanan khusus untuk produk yang membutuhkan suhu tertentu.

Stok juga dapat dikelompokkan berdasarkan jenis produk, tanggal masuk, dan jadwal pengiriman.


Cold Storage untuk Restoran dan Hotel

Restoran dan hotel juga dapat membutuhkan ruang penyimpanan yang lebih besar ketika jumlah pelanggan meningkat.

Bahan baku seperti daging, seafood, sayuran, produk dairy, dan minuman perlu disimpan dengan cara yang sesuai.

Cold storage dapat membantu menyediakan ruang khusus sehingga bahan baku tidak harus memenuhi banyak freezer kecil.

Selain kapasitas, restoran dan hotel perlu memperhatikan kemudahan akses karena bahan baku biasanya keluar masuk setiap hari.


Cold Storage untuk Bisnis Frozen Food

Bisnis frozen food sangat bergantung pada sistem penyimpanan yang mampu mempertahankan produk dalam kondisi beku.

Produk dapat berasal dari produksi sendiri maupun supplier. Setelah diterima, produk perlu ditempatkan di ruang penyimpanan yang sesuai sebelum dikirim kepada pelanggan.

Jika volume produk semakin besar, cold storage dapat membantu bisnis memiliki ruang penyimpanan yang lebih terorganisir.

Pengelolaan stok juga perlu dilakukan berdasarkan tanggal masuk agar produk tidak tertahan terlalu lama di dalam gudang.

Suhu Harus Dipantau Secara Rutin


Cold storage bukan sistem yang cukup diatur sekali kemudian dibiarkan.

Suhu perlu dipantau secara rutin untuk memastikan kondisi ruang tetap sesuai dengan target.

Penggunaan termometer atau sistem monitoring dapat membantu pemilik bisnis mengetahui kondisi ruang secara aktual.

USDA merekomendasikan penggunaan termometer untuk memastikan suhu refrigerator dan freezer tetap berada pada kondisi yang sesuai.

Jika suhu menunjukkan perubahan yang tidak biasa, pemeriksaan dapat dilakukan lebih cepat.


Perhatikan Kebutuhan Listrik

Semakin besar ruang cold storage dan semakin rendah target suhu, kebutuhan sistem pendinginnya dapat berbeda.

Kebutuhan listrik perlu diperhitungkan sejak awal agar bisnis dapat mengetahui kesiapan sumber listrik di lokasi.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi kebutuhan energi antara lain:

  • Ukuran ruang.

  • Target suhu.

  • Jenis produk.

  • Suhu produk saat masuk.

  • Kualitas insulasi.

  • Frekuensi pintu dibuka.

  • Suhu lingkungan.

  • Spesifikasi mesin pendingin.

Perhitungan ini penting agar cold storage tidak hanya sesuai dari sisi kapasitas, tetapi juga realistis untuk digunakan setiap hari.


Penataan Stok Menjadi Lebih Penting Saat Jumlah Barang Bertambah

Semakin banyak produk, semakin mudah terjadi kekacauan jika tidak memiliki sistem penataan.

Stok sebaiknya dikelompokkan berdasarkan jenis produk dan tanggal masuk.

Sistem FIFO atau prinsip barang yang masuk lebih dahulu digunakan lebih dahulu dapat membantu mengurangi risiko produk terlalu lama tersimpan.

Selain itu, pencatatan stok perlu dilakukan secara rutin agar jumlah barang di dalam cold storage dapat diketahui dengan lebih jelas.


Cold Storage Membantu Bisnis Menyiapkan Stok Lebih Terencana

Memiliki stok banyak membutuhkan perencanaan yang lebih matang.

Produk harus memiliki tempat penyimpanan, suhu yang sesuai, sistem penataan, serta jadwal keluar masuk yang jelas.

Cold storage dapat menjadi bagian dari sistem tersebut.

Bukan berarti setiap bisnis yang memiliki stok banyak harus langsung membeli cold storage. Namun, ketika ruang penyimpanan yang tersedia sudah tidak mampu mendukung aktivitas bisnis, cold storage dapat mulai dipertimbangkan.


Jangan Memilih Berdasarkan Harga Saja

Harga memang menjadi salah satu pertimbangan ketika membeli cold storage.

Namun, harga bukan satu-satunya hal yang perlu dilihat.

Pemilik bisnis juga perlu mempertimbangkan:

  • Kapasitas.

  • Jenis produk.

  • Target suhu.

  • Ukuran ruangan.

  • Sistem pendingin.

  • Kebutuhan listrik.

  • Insulasi.

  • Sistem pintu.

  • Monitoring suhu.

  • Kemudahan perawatan.

  • Layanan purna jual.

Dengan mempertimbangkan seluruh aspek tersebut, pilihan cold storage dapat lebih sesuai dengan kebutuhan bisnis.


Konsultasikan kebutuhan cold storage Anda sekarang.
Hubungi: 0812-3131-6315 (Pak Bai)

Posting Komentar

© Copyright 2022 Pabrik Cold Storage | TELP: 0812-3131-6315

Form WhatsApp

Isi Sesuai Dengan Estimasi Kebutuhan Anda.

Kirim WhatsApp