Chat WhatsApp

Bisnis Makin Besar? Saatnya Punya Cold Storage Sendiri

shape image

Bisnis Makin Besar? Saatnya Punya Cold Storage Sendiri

 


Bisnis yang berkembang biasanya membawa satu perubahan yang cukup terasa: stok semakin banyak. Jika sebelumnya ruang penyimpanan kecil sudah cukup, lama-kelamaan tempat tersebut mulai penuh. Barang datang lebih sering, pesanan meningkat, dan waktu penyimpanan pun bisa menjadi lebih panjang.

Kondisi ini semakin terasa bagi bisnis yang menangani produk segar, frozen food, seafood, daging, hasil pertanian, atau produk lain yang membutuhkan suhu tertentu. Gudang biasa mungkin masih bisa digunakan untuk sebagian kebutuhan, tetapi belum tentu mampu memberikan kondisi penyimpanan yang dibutuhkan.

Pada tahap seperti ini, memiliki cold storage sendiri dapat menjadi salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan. Selain menyediakan ruang penyimpanan khusus, cold storage memungkinkan bisnis mengatur suhu sesuai kebutuhan produk tanpa harus sepenuhnya bergantung pada tempat penyimpanan dari pihak lain.


Ketika Stok Bertambah, Gudang Mulai Terasa Sempit

Awalnya, menyimpan stok mungkin bukan masalah besar.

Beberapa rak dan ruang kosong sudah cukup untuk menampung barang. Namun, ketika jumlah pesanan meningkat, kondisi tersebut bisa berubah dengan cepat.

Produk mulai ditumpuk lebih banyak, area penyimpanan semakin padat, dan pekerja membutuhkan waktu lebih lama untuk mencari barang tertentu.

Jika produk membutuhkan suhu dingin atau beku, masalahnya tentu menjadi lebih kompleks. Barang tidak cukup hanya memiliki tempat, tetapi juga membutuhkan kondisi penyimpanan yang sesuai.


Cold Storage Memberikan Ruang Khusus untuk Produk

Cold storage dirancang sebagai ruang penyimpanan dengan sistem pendingin yang dapat mempertahankan suhu tertentu.

Dengan memiliki ruang khusus, produk yang membutuhkan kondisi dingin tidak perlu bercampur dengan barang lain di gudang biasa.

Stok dapat dikelompokkan berdasarkan jenis dan kebutuhan penyimpanannya. Hal ini juga dapat membantu perusahaan membuat sistem penyimpanan yang lebih teratur ketika jumlah barang semakin banyak.


Tidak Perlu Selalu Bergantung pada Pasokan Tempat Penyimpanan

Sebagian bisnis memilih menggunakan jasa penyimpanan dari pihak lain karena belum memiliki fasilitas sendiri.

Cara tersebut memang dapat menjadi pilihan pada kondisi tertentu. Namun, ketika volume stok semakin besar dan kebutuhan penyimpanan menjadi rutin, perusahaan mungkin mulai mempertimbangkan apakah fasilitas sendiri akan lebih sesuai dengan pola operasionalnya.

Dengan cold storage sendiri, pengelolaan ruang penyimpanan dapat disesuaikan dengan jadwal penerimaan dan pengiriman barang.

Tentu saja, keputusan ini perlu dihitung dari berbagai sisi, termasuk kebutuhan kapasitas, biaya operasional, lokasi, listrik, serta perawatan.


Tentukan Jenis Produk Sebelum Menentukan Cold Storage

Jangan memulai dari pertanyaan, “Mau cold storage berapa ton?”

Pertanyaan pertama justru sebaiknya adalah, “Produk apa yang akan disimpan?”

Sebab, kebutuhan setiap produk tidak sama.

Produk segar dapat membutuhkan suhu dingin, sedangkan produk beku membutuhkan suhu yang jauh lebih rendah. Ada pula proses tertentu yang membutuhkan pendinginan atau pembekuan secara cepat.

Beberapa pilihan yang umum digunakan antara lain:

- Chilled Room

Digunakan untuk produk yang membutuhkan kondisi dingin tanpa harus dibekukan. Kisaran suhu umumnya sekitar 1°C hingga 7°C, tergantung kebutuhan produk.

- Freezer Room

Digunakan untuk produk yang harus dipertahankan dalam kondisi beku. Kisaran suhu dapat berada sekitar -15°C hingga -20°C, sesuai kebutuhan produk dan sistem.

- Blast Chiller

Digunakan untuk membantu menurunkan suhu produk secara cepat setelah proses pengolahan.

 - Air Blast Freezer

Digunakan untuk membantu proses pembekuan produk dengan suhu rendah dan aliran udara dingin.

Pemilihan jenisnya tetap harus disesuaikan dengan karakteristik produk.


Kapasitas Harus Mengikuti Perkembangan Bisnis

Memiliki cold storage sendiri bukan berarti harus langsung memilih ukuran terbesar.

Kapasitas perlu dihitung berdasarkan jumlah stok yang benar-benar akan disimpan.

Perhatikan beberapa hal berikut:

  • Stok rata-rata

  • Stok maksimum

  • Jumlah barang yang masuk setiap hari

  • Jumlah barang yang keluar

  • Lama produk disimpan

  • Ukuran kemasan

  • Sistem penataan

  • Perkiraan pertumbuhan bisnis

Dengan perhitungan tersebut, kapasitas cold storage dapat dibuat lebih realistis.

Jangan sampai kapasitas terlalu kecil sehingga ruang cepat penuh. Namun, kapasitas yang terlalu besar juga perlu dipertimbangkan dari sisi investasi dan operasional.


Cold Storage Sendiri Membantu Mengatur Stok Lebih Bebas

Salah satu hal yang menarik dari memiliki fasilitas sendiri adalah fleksibilitas dalam mengatur stok.

Bisnis dapat menentukan area penyimpanan berdasarkan sistem kerja yang digunakan.

Misalnya:

  • Produk baru datang ditempatkan pada area penerimaan.

  • Stok lama diberi label yang jelas.

  • Produk berdasarkan kategori dipisahkan.

  • Barang yang akan dikirim dapat disiapkan pada area tertentu.

  • Stok dapat dicatat berdasarkan tanggal masuk.

Dengan sistem seperti ini, cold storage bukan sekadar ruangan dingin, tetapi menjadi bagian dari pengelolaan persediaan.


Perhatikan Aktivitas Keluar-Masuk Barang

Cold storage yang digunakan oleh bisnis berkembang biasanya memiliki aktivitas yang cukup tinggi.

Barang datang, diperiksa, disimpan, kemudian diambil kembali ketika ada pesanan.

Karena itu, desain ruang perlu mempertimbangkan bagaimana pekerja akan bergerak di dalamnya.

Jalur akses, posisi pintu, area bongkar muat, rak, dan pallet sebaiknya direncanakan sejak awal.

Cold storage yang besar tetapi sulit digunakan tentu akan menyulitkan aktivitas operasional.


Suhu Harus Sesuai dengan Produk

Memiliki sistem pendingin bukan berarti semakin dingin selalu semakin baik.

Setiap produk mempunyai kebutuhan penyimpanan masing-masing. Karena itu, suhu perlu ditentukan berdasarkan karakteristik produk dan tujuan penyimpanan.

Pemantauan suhu juga perlu dilakukan secara rutin agar kondisi ruang tetap sesuai dengan pengaturan yang ditentukan.

Jika terdapat perubahan suhu yang tidak biasa, pemeriksaan sebaiknya segera dilakukan.


Jangan Lupakan Insulasi dan Pintu

Performa cold storage tidak hanya ditentukan oleh mesin pendingin.

Panel insulasi, pintu, lantai, sambungan panel, dan konstruksi ruang juga perlu diperhatikan.

Insulasi membantu mengurangi perpindahan panas dari lingkungan luar. Sementara itu, pintu perlu dirancang sesuai dengan frekuensi aktivitas keluar-masuk barang.

Untuk bisnis dengan aktivitas tinggi, desain pintu yang tepat dapat membantu proses kerja menjadi lebih praktis.


Kebutuhan Listrik Perlu Dipersiapkan

Sebelum membangun cold storage, periksa kapasitas listrik yang tersedia di lokasi.

Sistem pendingin membutuhkan pasokan listrik yang sesuai dengan spesifikasi peralatan.

Hal ini sebaiknya dibahas sejak tahap perencanaan supaya kebutuhan instalasi dapat disiapkan dengan baik.

Selain itu, perusahaan juga perlu mempertimbangkan biaya listrik sebagai bagian dari biaya operasional cold storage.


Perawatan Menjadi Tanggung Jawab Sendiri

Memiliki fasilitas sendiri berarti perusahaan juga perlu memperhatikan perawatannya.

Sistem pendingin, pintu, panel, kelistrikan, dan kebersihan ruangan perlu diperiksa secara berkala.

Perawatan bukan hanya dilakukan ketika terjadi kerusakan. Pemeriksaan rutin dapat membantu mengetahui kondisi peralatan lebih awal.

Karena cold storage digunakan untuk menyimpan stok yang bernilai, menjaga kondisi fasilitas menjadi bagian penting dari pengelolaan bisnis.


Bisnis Apa yang Bisa Membutuhkan Cold Storage Sendiri?

Tidak ada satu jenis usaha saja yang membutuhkan cold storage.

Fasilitas ini dapat dipertimbangkan oleh berbagai bisnis yang memiliki kebutuhan penyimpanan produk dingin atau beku, seperti:

- Distributor makanan
Menyimpan stok sebelum dikirim kepada pelanggan.

- Bisnis seafood dan perikanan
Membutuhkan ruang penyimpanan untuk produk segar maupun beku.

- Frozen food
Menyimpan produk beku sebelum masuk ke proses penjualan atau distribusi.

- Supermarket
Membutuhkan penyimpanan untuk mengelola stok produk dengan kebutuhan suhu tertentu.

- Restoran dan hotel
Menyimpan bahan makanan dalam jumlah tertentu untuk kebutuhan operasional.

- Industri pengolahan makanan
Menggunakan ruang dingin untuk bahan baku maupun produk yang telah diproses.


Kapan Saatnya Mempertimbangkan Cold Storage Sendiri?

Tidak ada ukuran bisnis tertentu yang otomatis berarti harus memiliki cold storage.

Namun, beberapa kondisi berikut dapat menjadi tanda bahwa kebutuhan tersebut mulai perlu diperhitungkan:

  • Stok semakin banyak.

  • Gudang yang tersedia mulai penuh.

  • Produk membutuhkan suhu tertentu.

  • Aktivitas penyimpanan dilakukan setiap hari.

  • Kebutuhan ruang dingin terus meningkat.

  • Bisnis mulai memperluas distribusi.

  • Perusahaan membutuhkan kontrol lebih besar terhadap penyimpanan.

Jika kondisi tersebut mulai terjadi, ada baiknya melakukan perhitungan untuk melihat apakah memiliki fasilitas sendiri sesuai dengan kebutuhan bisnis.


Jangan Terburu-Buru Memilih Kapasitas Besar

Ketika bisnis sedang berkembang, wajar jika ingin menyiapkan fasilitas untuk kebutuhan masa depan.

Namun, perencanaan tetap perlu realistis.

Cold storage sebaiknya tidak hanya dihitung berdasarkan target pertumbuhan, tetapi juga berdasarkan kondisi operasional yang masuk akal.

Pertimbangkan kapasitas stok, pola distribusi, ruang lokasi, kebutuhan listrik, serta kemampuan perawatan.

Dengan begitu, fasilitas yang dibangun dapat digunakan secara optimal dan tidak sekadar menjadi ruang besar yang sebagian tidak terpakai.


Bisnis Anda mulai membutuhkan ruang penyimpanan dingin sendiri? Konsultasikan jenis produk, kapasitas stok, kebutuhan suhu, dan kondisi lokasi agar dapat ditentukan solusi cold storage yang sesuai dengan kebutuhan usaha.
Hubungi: 0812-3131-6315 (Pak Bai)

Posting Komentar

© Copyright 2022 Pabrik Cold Storage | TELP: 0812-3131-6315

Form WhatsApp

Isi Sesuai Dengan Estimasi Kebutuhan Anda.

Kirim WhatsApp